- Orang miskin yang bersabar dan orang kaya yang beryukur sama-sama memperoleh kemuliaan di sisi-NYA. Namun begitu, kita disarankan untuk menjadi orang kaya, agar dapat berbuat lebih banyak untuk agama dan sesama.
- Al-qur’an pun menyuruh kita berjuang dengan harta dan jiwa. Kedua-duanya. Bukan salah satunya. Makanya, kita hanya memiliki dua pilihan : kaya atau kaya-raya. OK
- Bukankah kendaraan nabi AL-QASHWA, seekor unta terbaik? Lha, apa salahnya kendaraan anda adalah X-Trail, Fortuner, Pajero?
- Bukankah nabi menasihati, “ajari anak engkau berenang.” Lha, apa salahnya anda memiliki kolam renang dirumah, agar anak dan istri anda dapat belajar berenang dengan syariah?
- Anda yang bilang,” harta itu tidak dibawa mati.” Padahal Mercedes dan BMW pun bisa dibawa mati sebagai amal kebaikan. Asalkan Mercedes dan BMW itu anda gunakan di jalan-NYA.
- Ada pula yang menganggap orang kaya itu identik dengan fir’aun dan Qorun. Seharusnya orang kaya itu identik dengan Umar dan Usman.
Bagi anda yang masih ogah-ogahan untuk kaya, tolong jawab pertanyaan ini :
- Inginkah anda memberangkatkan orangtua dan mertua anda berhaji?
- Inginkah anda mmberangkatkan orangtua dan mertua anda berumrah setiap thn
- Inginkah anda berlibur dengan fasilitas terbaik bersama istri setiap tahun.
- Inginkah anda memberikan rumah dan mobil terbaik untuk keluarga anda.
- Inginkah anda membantu anggota keluarga dan tetangga anda ?
- Inginkah anda membantu orang-orang yang telah berjasa kepada keluarga anda
Sekali lagi lihatlah Nabi, Umar, sahabat-sahabat yang lain
- Mereka kaya. Tapi mereka juga zuhud (tidak cinta pada dunia)
- Lha kita? Sudah kere, eh tergila-gila pula dengan dunia!
- Dalam mengembangkan kota, mereka mengutamakan pasar (ekonomi) dan masjid. Melambangkan dunia dan akhirat. Bukan salah satunya.
- Lha kita, Ekonomi terpuruk, masjid pun mau ambruk!
- Mereka memastikan SUKSES di dunia ( dalam segala aspek, mulai ekonomi, militer, sampai iptek ) juga SUKSES di akhirat. Bukan salah satunya.
- Lha kita, Dunia nggak jelas. Akhirat, lebih nggak jelas.hehehe
- Daripada tersinggung, mendingan berubah dan berbenah. OK
Subhanalloh, betapa indahnya islam! Agama ini dibawa oleh utusan yang kaya. Ia didampingi oleh istri yang kaya. Ia pun didukung oleh sahabat-sahabat yang kaya. Kemudian ajaran-ajarannya disebarkan keseluruh dunia oleh orang-orang kaya. Berbeda dengan agama lain, Islam memiliki keteladanan dan ajaran kekayaan yang lengkap.
Ironisnya, kita sering silau dengan sosok-sosok kaya yang lain. Ironisnya lagi, ulama-ulama kita—mohon maaf—sebagian itu miskin. Maka dicarilah dalil-dalil tentang kemiskinan. Dicarilah cerita-cerita tentang sahabat-sahabat nabi yang miskin. Dicarilah cuplikan-cuplikan kehidupan Nabi ketika tengah miskin. Ini jelas-jelas melemahkan!
Salam Right on Horrible

Tidak ada komentar:
Posting Komentar